Penyakit Batu Empedu

Terbentuknya batu di dalam saluran kencing ataupun empedu bisa jadi tanpa gejala. Padahal efeknya bisa mengakibatkan masalah serius untuk kesehatan. Gaya hidup berperan dalam menghindari penyakit ini.

Penyakit batu. Masyarakat kerap menyebutnya begitu. Kehadiran batu di dalam tubuh seperti di dalam saluran kemih dan ginjal maupun di empedu kerap menyusahkan si pemilik tubuh tempat batu itu bersarang. Masalahnya, pemilik penyakit ini kerap lalai dengan hadirnya batu ini. Karena tidak sedikit yang muncul tanpa gejala, maka batu ini sering dikenal dengan the silent stone (batu yang terjadi tanpa menimbulkan gejala).

Tidak hanya saluran kemih, pada saluran empedu batu juga bisa terbentuk batu. Batu di kandung empedu dalam bahasa medis disebut sebagai kolelitiais, yang maksudnya adalah kumpulan beberapa unsur yang membentuk material menyerupai batu di dalam kandung empedu. Sedangkan adanya batu didalam saluran empedu disebut sebagai koledokolitiasis yang biasanya berasal dari batu kandung empedu yang berpindah ke saluran empedu. Ada juga yang menyebut batu empedu sebagai gallstones dan biliari calculus.

Terjadinya batu empedu tidak lepas dari pola hidup yang tidak sehat, misalnya makanan tinggi lemak dan berbadan gemuk merupakan resiko utama menderita batu empedu.

Orang yang mengalami dislipidemia, usia lanjut, jenis kelamin wanita, dan faktor genetic juga berpotensi terkena batu empedu. Obesitas dan dislipidemia sangat erat kaitannya dengan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah. Oleh karenanya, terjadinya batu empedu terutama golongan batu kolesterol lebih mungkin terjadi pada mereka yang gemuk dan/atau menderita dislipidemia.

Munculnya batu ginjal disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya faktor keturunan, suhu, makanan dan tidak kalah penting adalah gaya hidup. Batu ginjal dapat terjadi ketika urin yang terbentuk sangat kental, sehingga mineral dan berbagai senyawa yang terdapat di dalam air seni (urin) membentuk semacam endapan Kristal pada bagian dalam ginjal. Mineral tersebut diantaranya kalsium, oksalat dan garam. Jika kita banyak minum dan urin yang terbentuk cukup banyak, sebagian besar endapan tersebut keluar bersama urin. Namun bila minum kurang, dan urin menjadi kental maka endapan yang terbentuk akan semakin banyak, menumpuk dan makin besar.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya batu ginjal. Selain kurang minum, faktor keturunan, serta cuaca yang panas sehingga mengakibatkan tubuh banyak mengeluarkan keringat bisa menjadi penyebab. Bagi Anda yang memiliki gaya hidup jarang bergerak atau berolahraga, rentan mengalami batu ginjal. Karena jika lebih banyak diam, tulang akan lebih banyak mengeluarkan kalsium ke dalam darah dan beredar hingga ke ginjal. Padahal kalsium merupakan satu mineral yang bisa mengakibatkan batu ginjal.

Batu yang terbentuk di ginjal awalnya adem ayem saja. Suatu saat, ketika mulai membesar, batu itu akan turun menuju saluran kemih. Barulah kemudian timbul gejala seperti melilit atau nyeri yang hebat di pinggang.
Pada penderita batu empedu, adanya batu empedu tidak dirasakan pada sebagian besar penderitanya. Maka dari itu, keadaan ini disebut juga dengan silent stone yang seringkali ditemukan dengan pemeriksaan USG secara tidak sengaja. Ada juga yang mengeluh rasa kembung, mual, nyeri di ulu hati, dimana gejalanya sangat mirip dengan dyspepsia atau maag. Namun sebagian orang yang mngeluhkannya ternyata memang menderita dyspepsia.

Tidak adanya gejala ini disebabkan oleh batu yang masih berada dikandung empedu, yang belum menimbulkan peradangan maupun infeksi. Namun jika batu berpindah ke saluran empedunya, sangat mungkin akan menimbulkan gejala. Pada fase awal, nyeri dirasakan di ulu hati yang dapat bertahan hingga 60 menit. Kemudian perlahan-lahan nyeri menghilang dan tidak dirasakan sama sekali. Hal ini dapat berulang hingga beberapa kali sehingga pada sebagian orang akan menimbulkan gangguan dalam beraktivitas sehari-hari.

Selanjutnya, jika sudah terjadi peradangan, penderitanya akan merasakan nyeri di perut kanan atas. Atau bisa juga penderitanya merasakan nyeri yang menjalar ke perut kanan atas.

Jika batu empedu menyumbat muara yang sempit di saluran empedu, maka penderitanya akan tampak kuning. Hal ini disebabkan batu yang tersumbat akan menghambat cairan empedu yang seharusnya dialirkan ke usus alus.

Jika tidak ditangani, batu akan menyumbat saluran empedu sehingga pasien menjadi kuning (jaundice). Sementara batu ginjal yang dibiarkan terus menerus tanpa penanganan bisa berujung pada gagal ginjal. Padahal, fungsi ginjal amatlah vital, karena ia menyaring semua racun untuk di keluarkan dari tubuh. Beban biaya akibat gagal ginjal juga tidak sedikit, yang pastinya akan menggoyahkan perekonomian keluarga.


=====================================

>>> Kapsul Kumis Kucing Obat Herbal Alami Membantu Meluruhkan Batu Urine, Mencegah Pengendapan Batu Ginjal Serta Mengatasi Radang Saluran Kemih, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in batu ginjal and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>